Senin, 12 Maret 2018

Laporan kimia

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA
PERCOBAAN 3

“MENGUKUR PH LARUTAN  ASAM KUAT- BASA KUAT DAN ASAM LEMAH- BASA LEMAH YANG KONSENTRASINYA SAMA, DENGAN MENGGUNAKAN KERTAS INDIKATOR UNIVERSAL’’





                                 

                                                                                                                                

PRESENT 3
XI MIPA 2

SMAN 3 LAU MAROS
TAHUN PELAJARAN 2017/2018




KATA PENGANTAR
   
       Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, kemudahan, dan karunia-Nya kepada kami. Sehingga kami dapat menyelesaikan praktikum percobaan ketiga “mengukur pH larutan asam kuat- basa kuat dan asam lemah- basah lemah yang konsentrasinya sama, dengan menggunakan kertas indikator universal”. Tanpa pertolongan-Nya mungkin kami tidak akan sanggup menyelesaikan laporan ini dengan baik. Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta yakni Nabi kita Muhammad SAW.
    Dalam proses pengerjaan laporan ini, kami telah melakukan percobaan  yang tidak lupa mendapatkan bimbingan, arahan, penjelasan dan pengetahuan hingga kami mampu menyelesaikan laporan praktikum ini dengan baik. Maka dari itu, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian  laporan praktikum ini, dan terutama rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Rosnayani,S.Pd.,MT. guru pembimbing mata pelajaran Kimia SMA Negeri 3 Maros.
    Kami berharap, laporan praktikum ini dapat bermanfaat bagi pembaca, menambah pengetahuan dan mempermudah percobaan yang hendak dilakukan.
    Akhir kata kami menyadari bahwa dalam penulisan laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Karena itu, kami memohon saran dan kritik yang sifatnya membangun demi kesempurnaannya dan semoga bermanfaat bagi kita semua.


                                                                                                                               Penyusun

                                                                                                            Maros, 29 Januari 2018

                        ii
DAFTAR ISI
Sampul...............................................................................................................................i
Kata Pengantar..................................................................................................................ii
Daftar Isi...........................................................................................................................iii
Judul Percobaan................................................................................................................1
Tujuan Percobaan..............................................................................................................1
Landasan Teori..................................................................................................................1
Alat Dan Bahan.................................................................................................................2
Langkah Kerja...................................................................................................................2
Data Percobaan.................................................................................................................3
Analisis Data ...................................................................................................................3
Kesimpulan ......................................................................................................................4
Referensi...........................................................................................................................5









iii
JUDUL PERCOBAAN:
Mengukur pH larutan asam kuat-basa kuat dan asam lemah-basa   lemah yang     konsentrasinya sama, dengan menggunakan kertas indikator universal.

TUJUAN PERCOBAAN:
Untuk mengetahui sifat asam dan basa dari suatu larutan
Untuk menentukan tingkat pH suatu larutan .

LANDASAN TEORI
   Asam dan basa merupakan dua golongan zat kimia yang sangat penting. Asam dan basa sudah dikenal sejak zaman dulu. Istilah asam (acid) berasal dari bahasa Latin acetum yang berarti cuka. Istilah basa (alkali) berasal dari bahasa Arab yang berarti abu. Basa digunakan dalam pembuatan sabun. Juga sudah lama diketahui bahwa asam dan basa saling menetralkan. Di alam, asam ditemukan dalam buah-buahan, misalnya asam sitrat dalam buah jeruk berfungsi untuk memberi rasa limun yang tajam. Cuka mengandung asam asetat, dan asam tanak dari kulit pohon digunakan untuk menyamak kulit. Asam mineral yang lebih kuat telah dibuat sejak abad pertengahan, salah satunya adalah aqua forti (asam nitrat) yang digunakan oleh para peneliti untuk memisahkan emas dan perak. Berkaitan dengan sifat asam dan basa, larutan dikelompokkan dalam tiga golongan yaitu bersifat asam, basa dan netral.
       Sifat asam-basa dari suatu larutan juga dapat ditunjukkan dengan mengukur pH nya. pH adalah suatu parameter yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman larutan. Larutan asam mempunyai pH < dari 7. larutan basa mempunyai pH > 7. Sedangkan larutan netral mempunyai pH = 7. 
        Mempelajari cara menentukan pH dan sifat larutan sangat penting untuk mengetahui apakah larutan itu bersifat asam ataupun basa. Biasanya cara yang digunakan untuk menentukan sifat dan pH larutan adalah dengan menggunakan indikator.
          Ada beberapa cara yang lazim digunakan para ilmuwan dan manusia dalam mengukur pH suatu larutan diantaranya adalah dengan menggunakan indikator universal atau kertas indikator pH, menggunakan kertas lakmus ataupun melalui perhitungan dengan mengetahui konsentrasi suatu larutan tersebut.
Indikator Tunggal
Indikator tunggal hanya dapat membedakan larutan bersifat asam atau basa, tetapi tidak dapat mengetahui harga pH dan pOH. Yang termasuk indikator tunggal adalah lakmus merah, lakmus biru, fenolftalein, bromitol biru, metil jingga, dan metil merah.

1
Indikator Universal
Indikator universal dapat membedakan larutan asam atau basa dengan mengetahui
harga pH dari larutan tersebut. Indikator universal dapat dalam bentuk kertas dan cairan. Cara kerjanya adalah dengan cara mencocokan perubahan warna pada kertas indikator dengan tabel warna indikator yang ada.
Indikator Bahan Alam
Indikator bahan alam banyak dihasilkan dari ekstrak tumbuh-tumbuhan seperti mahkota bunga yang berwarna, daun, wortel, kunyit, dan bit.

pH-meter
Adalah alat yang digunakan untuk mengukur pH suatu larutan dengan mencelupka elektroda ke dalam larutan tersebut, alat ini akan mengukur adanya ion hidrogen dan menunjukanya pada skala pada alat pH-meter ini.

ALAT DAN BAHAN:
Pipet tetes
Kertas Indikator Universal
Na2SO4
    
LANGKAH KERJA:
Meneteskan larutan ke kertas inditor universal.

2

Setelah warna pada kertas berubah, mengukur  pH larutan dengan warna  kertas yang ada pada kotak kemasan kertas indikator .

              

DATA PERCOBAAN:
No
Bahan
pH
Reaksi ionisai
Sifat larutan

1.
CuSO4
4
CuSO4 → Cu+ + SO4-
Asam

2.
KCl
7
KCl → K+ + Cl-
Netral

3.
Na2SO4
8
Na2SO4→ 2Na+ + SO42-
Basa

4.
CH3COOH
3
CH3COOH→ H+ + CH3COO-
Asam

5.
Ca(OH)2
13
Ca(OH)2 → Ca2+ + 2OH-
Basa

6.
Na2CO3
12
Na2CO3 → 2Na+ + CO32-
Basa

7.
H2SO4
0
H2SO4 → 2H+ + SO42-
Asam

8.
HCl
1
HCl → H+  + Cl-
Asam

9.
Ba(OH)2
10
Ba(OH)2 → Ba2+ + 2OH-
Basa

10.
NaOH
14
NaOH → Na+ + OH-
Basa

11.
KNO3
7
KNO3 → K+ + NO3-
Netral

12.
CH3COONa
10
CH3COONa → CH3COO- +  Na+
Basa

13.
HNO3
1
HNO3→ H+ + NO3-
Asam

ANALISIS DATA :
Larutan yang bersifat asam :
CuSO4
CH3COOH
H2SO4
HCl
HNO3.

3
Larutan yang bersifat basa :
Na2SO4
Ca(OH)2
Na2CO3
Ba(OH)2
CH3COONa.
Larutan yang bersifat netral :
KCl
KNO3.

KESIMPULAN :
pH suatu larutan dapat ditentukan dengan menggunakan indikator universal. 
Larutan yang mempunyai pH < 7 bersifat asam, larutan yang mempunyai pH > 7 bersifat basa dan larutan yang mempunyai pH = 7 bersifat nentral.














4
REFERENSI

https://larutan-asam-basa.wordpress.cpm/materi-kimia-kelas-xi/asam-basa/ menentukan-nilai pH-larutan/
http:// saonone.blogspot.com/2010/03/asam-basa-menentukan-sifat-larutan-asam.html.

Teks exposision

Global warming is very hazardous to  living things

      Global warming is a real danger that we must pay attention to the impact of living things.
      One of the biggest problem we face today. At this time, the Earth to build up quickly, which, according to scientists is considered to be caused by human activity. The main causes of heating this is the burning of fossil fuels, such as coal, oil, and natural gas, which released carbon dioxide and gases other known as greenhouse gases into the atmosphere.
Global climate change has already had observable effect on the environment. Glaciers have shrunk, Ice on rivers, and lakes is breaking up earlier, plant and animal have shifted and trees are flowening sooner.
       Global warming is a danger for earth and the impact of living things.

Ini sejarah

DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA

1. Dampak Positif Pendudukan Jepang di Indonesia:
a) Bidang Politik
 Melarang penggunaan Bahasa Belanda dan memperbolehkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar.
 Dibentuknya badan persiapan kemerdekaan Indonesia, yaitu BPUPKI dan PPKI. Dengan kemunculan badan persiapan ini, muncullah ide Pancasila.
 Mendukung semangat Anti-Belanda, sehingga secara tidak langsung Jepang ikut mendukung semangat jiwa nasionalisme Indonesia.
 Memberi kesempatan bagi rakyat Indonesia untuk ikut serta dalam pemerintahan politik.
b) Bidang Ekonomi
 Didirikannya koperasi yang bertujuan untuk kepentingan bersama.
 Diperkenalkannya sistem baru bagi pertanian yaitu line system. Sistem ini akan memberikan pengaturan bercocok tanam yang efisien sehingga akan meningkatkan produksi pangan.
c)   Bidang Sosial
 Mulai berkembangnya tradisi kerja bakti massal melalui kinrohosi.
 Munculnya sikap persatuan dan kesatuan dalam mengusir penjajah di Indonesia.
 Bangsa Indonesia mengalami berbagai pembaharuan akibat didikkan Jepang yang menumbuhkan kesadaran dan keyakinan yang tinggi akan harga dirinya.
 Pembentukan strata masyarakat hingga tingkat paling bawah yaitu Tonarigami atau Rukun Tetangga (RT).
d) Bidang Budaya
 Jepang mendirikan Keimin Bunka Shidosho (Pusat Kebudayaan) tanggal 1 April 1943 di Jakarta. Fungsi lembaga ini mewadahi aktivitas kebudayaan Indonesia.
 Pembentukan Persatuan Aktris Film Indonesia (PERSAFI) yang bertujuan mendorong aktris-aktris profesional dan amatir Indonesia untuk bereksperimen dengan mengubah lakon terjemahan bahasa asing ke Bahasa Indonesia.
e) Bidang Pendidikan
 Dalam pendidikan diperkenalkannya sistem Nippon Sentris dan diperkenalkannya kegiatan upacara dalam sekolah.
 Mendirikan sekolah seperti SD 6 tahun, SLTP/SMP 9 tahun dan SLTA/SMA.
f) Bidang Birokrasi dan Militer
 Jepang memberikan pelatihan militer-semimiliter kepada pemuda Indonesia dan mempersenjatai pemuda demi keperluan perang Jepang. Seperti mengikutsertakan pemuda ke organisasi keibodan, heiho, suisintai dan sebagainya.
 Peninggalan peralatan militer dan infrastruktur perang milik Jepang yang dapat digunakan sebagai modal untuk mempertahankan kemerdekaan. Setelah Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu, bangak peralatan militer Jepang yang kemudian dikuasai oleh pemuda Indonesia.

2. Dampak Negatif Pendudukan Jepang Di  Indonesia
a) Bidang Politik
 Dilarangnya kegiatan politik dan  dibubarkannya organisasi politik yang ada.
 Dilarangnya segala jenis rapat dan kegiatan politik.
b) Bidang Ekonomi
 Jepang mengeksploitasi SDA dan SDM untuk kepentingan perang.
 Jepang mengmbil secara paksa makanan, pakaian dan pembekalan lainnya dari rakyat Indonesia tanpa kompensasi.
 Terjadinya inflasi dan krisis ekonomi yang sangat menyengsarakan rakyat.
 Terputusnya hubungan antar daerah akibat dari self sufficiency.
 Kegiatan ekonomi diarahkan untuk kepentingan perang sehingga seluruh potensi SDA dan bahan mentah lainnya digunakan untuk mendukung industri perang.
 Penerapan sanksi yang berat oleh Jepang.     dengan menerapkan sistem ekonomi secara ketat.
 Menerapkan sistem ekonomi perang dan sistem autarki (memenuhi kebutuhan daerah sendiri dan menunjang kegiatan perang).
c) Bidang Sosial
 Adanya praktik perbudakan wanita (yugun ianfu). Banyak wanita muda Indonesia yang digunakan sebagai wanita penghibur bagi perang Jepang.
 Kegiatan romusha yang menyengsarakan dan memiskinkan rakyat.
 Pembatasan pers sehingga tidak ada pers yang independent dan pengawasan berada di bawah pengawasan Jepang.
 Terjadinya kondisi yang parah dan maraknya tindak kriminal seperti perampokan, pemerkosaan dan lain-lain.
d) Bidang Pendidikan
 Banyak guru-guru yang dipekerjakan   sebagai pejabat pada masa itu yang menyebabkan kemunduran standar pendidikan secara tajam.
e) Bidang Birokrasi dan Militer
 Pelanggaran HAM yang dilakukan oleh tentara Jepang karena menghukum keras orang-orang yang menyimpang/menentang dari Jepang.

Minggu, 11 Maret 2018

Ini sejarah

Organisasi-organisasi di Indonesia yang dibentuk Jepang

•ORGANISASI KEMILITERAN

1.Heiho

       Heiho (pasukan pembantu) adalah prajurit Indonesia yang langsung ditempatkan di dalam organisasi militer Jepang, baik Angkatan Darat maupun Angkatan Laut. Syarat-syarat untuk masuk Heiho adalah umur 18-25 tahun, berbadan sehat, berkelakuan baik, dan berpendidikan minimal sekolah dasar. Tujuan pembentukan Heiho adalah untuk membantu tentara Jepang. Kegiatannya antara lain, membangun kubu-kubu pertahanan Jepang, menjaga kamp tahanan, dan membantu perang tentara Jepang di medan perang.

2.Peta

       Merupakan organisasi kemiliteran yang dibentuk Jepang dengan tujuan agar Indonesia dapat dilepaskan dari rasa ketakutan akan adanya seragan Sekutu, Jepang berusaha agar Indonesia dapat dipertahankan dari serangan Sekutu. Heiho sebagai pasukan yang terintegrasi dengan pasukan Jepang masih dipandang belum memadai. Jepang masih berusaha agar ada pasukan yang secara konkret mempertahankan Indonesia. Oleh karena itu, Jepang berencana membentuk pasukan untuk mempertahankan tanah air Indonesia yang disebut Pasukan Pembela Tanah Air (Peta). Peta berdiri berdasarkan peraturan dari pemerintah Jepang yang disebut Osamu Seinendan, nomor 44.

3.Seinendan

        Seinendan (Korps Pemuda) adalah organisasi para pemuda yang berusia 14-22 tahun. Pada awalnya Seinendan 3500 orang dari seluruh Jawa. Tujuan dibentuknya Seinendan adalah untuk mendidik dan melatih para pemuda agar dapat menjaga dan mempertahankan tanah airnya dengan kekuatan sendiri. Bagi Jepang, Seinendan digunkan untuk memdapatkan tenaga cadangan guna memperkuat usaha mencapai kemenangan dalam perang Asia Timur Raya, perlu diadakannya pengerahan kekuatan pemuda. Dalam hal ini Seinendan difungsikan sebagai barisan cadangan yang mengamankan barisan belakang. Jepang juga menggerakan Seinendan bagian putri yang disebut Joyi Seinendan. Pada akhirnya Seinendan berjumlah sekitar 500.000 pemuda.

4.Keibodan

        Organisasi Keibodan (Korps Kewaspadaaan) merupakan organisasi semimiliter yang anggotanya para pemuda yang berusia antara 25-35 tahun. Syarat utama untuk masuk Keibodan adalah berbadan sehat dan berkelakuan baik. Pembentukan Keibodan ini memang dimaksudkan untuk membantu tugas polisi, misalnya menjaga lalu lintas dan pengamanan desa. Untuk itu anggota juga dilatih kemiliteran. Disamping Keibodan dan Seinendan, pada bulan Agustus 1943 juga dibentuk Fujinkai (perkumpulan wanita). Fujinkai bertugas di garis belakang untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat melamui kegiatan pendidikan dan kursus-kursus dan ketika situasi perang semakin memanas, Fujinkai ini juga diberi latihan militer sederhana. Organisasi sejenis Fujinkai ini juga dibentuk untuk usia murid SD yang disebut Seinentai (barisan murid sekolah dasar), kemudian dibentuk Gakukotai (barisan murid sekolah lanjutan).

5.Fujinkai

       Fujinkai atau Perkumpulan Wanita merupakan organisasi bentukan Jepang yang beranggotakan para wanita yang dibentuk pada bulan Agustus 1943. Pembentukan organisasi Fujinkai diprakarsai oleh para istri pegawai daerah dan diketuai oleh istri – istri dari kepada daerah. Anggota Fujinkai berusia minimal 15 tahun dengan tugas meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat melalui kegiatan pendidikan dan kursus – kursus. Ketika situasi di Indonesia semakin memanas, Fujinkai diikutsertakan pada pelatihan militer guna membantu Jepang dalam perang Asia Timur Raya. Bahkan pada tahun 1944 dibentuk “Pasukan Srikandi” yang beranggotakan para wanita dari Fujinkai.

6.Gokukutai

         Gokukutai atau Barisan Pelajar merupakan organisasi semi militer yang beranggotakan pelajar yang dididik untuk mempersiapkan perang karena adanya desakan militer akibat perang Asia Timur Raya.

7.Barisan Pelopor

        Pada pertengahan tahun, diadakan rapat Chuo-Sangi-In (Dewan Pertimbangan Pusat). Salah satu keputusan dari rapat tersebut adalah bagaimana cara untuk menumbuhkan keinsyafan dan kesadaran yang mendalam di kalangan rakyat untuk memenuhi kewajiban dan membangun persaudaraan untuk seluruh rakyat dalam rangka mempertahankan tanah airnya dari serangan musuh. Sebagai konkret dari kesimpulan rapat tersebut, pada tanggal 1 November 1944, Jepang membentuk suatu organisasi baru yang dinamakan “Barisan Pelopor”. Melalui organisasi ini diharapkan adanya kesadaran rakyat untuk berkembang, sehingga siap untuk membantu Jepang dalam mempertahankan Indonesia. Organisasi ini mengadakan pelatihan militer bagi para pemuda, meskipun hanya menggunakan peralatan yang sederhana, seperti senapan kayu dan bambu runcing. Pemimpin Barisan Pelopor saat itu adalah Ir. Soekarno yang dibantu oleh R.P. Suroso, Otto Iskandardinata, dan Buntaran Martoatmojo.

8.Hizbullah

      Pada tanggal 15 Desember 1944 berdiri pasukan sukarelawan pemuda Islam yang dinamakan Hizbullah (tentara Allah) yang dalam istilah Jepangnya disebut Kaikyo Seinen Teishintai. Hizbullah mempunyai tugas pkok, yaitu sebagai berikut :
•Sebagai tentara cadangan dengan tugas dan program, antara lain : melatih diri, jasmani maupun rohani dengan segiat-giatnya.; membantu tentara Dai Nippon; menjaga bahaya udara dan mengintai mata-mata musuh; menggiatkan dan menguatkan usaha-usaha untuk kepentingan perang.
•Sebagai pemuda Islam dengan tugas dan program, antara lain : menyiarkan agama Islam, memimpin umat Islam agar taat menjalankan agama Islam, dan membela agama dan umat Islam Indonesia.

•ORGANISASI SOSIAL KEMASYARAKATAN

1.      Gerakan Tiga A
           Gerakan Tiga A ini mempunyai tiga semboyan yaitu Nippon Cahaya Asia, Nippon Pelindung Asia, dan Nippon Pemimpin Asia. Jepang berusaha agar perkumpuan ini menjadi wadah propagandan yang efektif.
          Latar belakang Jepang membentuk perkumpulan ini adalah Jepang ingin mendapatkan dukungan dari masyarakat Indonesia.
             Tujuan dibentukya perkumpulan ini yaitu:
•Menjadi wadah propaganda (pemberi doktrinasi kepada masyarakat Indonesia).
•Agar rakyat Indonesia dengan sukarela menyumbangkan tenaga bagi kekuatan Jepang di bidang militer.

2.Pusat Tenaga Rakyat (Putera)
      Putera merupakan organisasi lanjutan yang dibentuk Jepang setelah gagalnya organisasi Gerakan Tiga A. Tujuan Putera adalah untuk membangun dan menghidupkan kembali segala sesuatu yang telah dihancurkan oleh Belanda. Menurut Jepang Putera bertugas untuk memusatkan segala potensi masyarakat Indonesia guna membantu Jepang dalam perang. Disamping tugas di bidang propaganda, Putera juga memperbaiki bidang sosial ekonomi. Pimpinan pusat Putera adalah Empat Serangkai (Sukarni, Moh. Hatta, K.H. Mas Mansur, dan Ki Hajar Dewantara).
       Latar belakang dibentuknya organisasi ini adalah karena gagalnya Jepang mendpatkan simpati rakyat Indonesia malalui organisasi “Gerakan Tiga A” yang kmudian dibudarkan, maka Jepang mulai tertekan. Ditambah lagi kekalahan Jepang diberbagai medan pertempuran telah menimbulkan rasa tidak percaya dari rakyat. Oleh sebab itu, Jepang kemudian melakukan kerja sama dengan tokoh-tokoh nasionalis (Soekarno dan Moh. Hatta). Kemudian pada tanggal 16 April 1963 dibentuk gerakan baru yaitu “Pusat Tenaga Rakyat”.
       Tujuan dibentuknya organisasi ini yaitu :
•Membangun dan menghidupkan kembali segala sesuatu yang telah dihancurkan oleh Belanda.
•Memusatkan segala potensi masyarakat Idonesia guna membantu Jepang dalam perang.
•Memperbaiki bidang sosial-ekonomi Jepang.
3.Jawa Hokokai
      Jawa hokokai di lihat dari kata hokokai adalah sebuah istilah jepang yang bermakna himpunan. Jawa hokokai adalah sebuah himpunan yang ada di Indonesia tentunya, yang dibentuk oleh pemerintahan jepang dahulu. Himpunan ini di bentuk sebagai pengganti gerakan atau organisasi PUTERA. Himpunan jawa hokokai ini di bentuk pada tanggal 1 maret 1944 yang menjadi sebuah himpunan atau organisasi pusat bagi para pengabdi masyarakat yang di pimpin langsung oleh pemerintah jepang yaitu Gunseikan dan Soekarno.

Pembentukan jawa hokokai pada masa itu tentunya terdapat tujuan tertentu yakni pada waktu itu adanya perang asia timur raya yang dahsyat, sehingga dibentuknya himpunan ini sebagai bentuk untuk mempersatukan rakyat dengan berbagai profesi.

4.MIAI dan Masyumi

.     Berbeda dengan pemerintah Hindia Belanda yang cenderung anti terhadap
umat Islam, Jepang lebih ingin bersahabat dengan umat Islam di Indonesia.
Jepang sangat memerlukan kekuatan umat Islam untuk membantu melawan
Sekutu. Oleh karena itu, sebuah organisasi Islam MIAI yang cukup berpengaruh
yang dibekukan oleh pemerintah kolonial Belanda, mulai dihidupkan kembali
oleh pemerintah pendudukan Jepang.Tepat pada tanggal 4 September 1942
MIAI diizinkan aktif kembali. Dengan demikian diharapkan MIAI segera
dapat digerakkan sehingga umat Islam di Indonesia dapat dimobilisasi untuk
keperluan perang.
      Dengan diaktifkannya kembali MIAI, maka MIAI menjadi organisasi
pergerakan yang cukup penting di zaman pendudukan Jepang.MIAI
menjadi tempat bersilaturakhim, menjadi wadah tempat berdialog, dan
bermusyawarah untuk membahas berbagai hal yang menyangkut kehidupan
umat, dan tentu saja bersinggungan dengan perjuangan. MIAI senantiasa
menjadi organisasi pergerakan yang cukup diperhitungkan dalam perjuangan
membangun kesatuan dan kesejahteraan umat. Semboyan yang terkenal
adalah “berpegang teguhlah kamu sekalian pada tali Allah dan janganlah
berpecah belah”.Dengan demikian pada masa pendudukan Jepang, MIAI
berkembang baik.Kantor pusatnya semula di Surabaya kemudian pindah ke
Jakarta.
         Adapun tugas dan tujuan MIAI waktu itu adalah:
a. Menempatkan umat Islam pada kedudukan yang layak dalam masyarakat
Indonesia.
b. Mengharmoniskan Islam dengan tuntutan perkembangan zaman.
c. Ikut membantu Jepang dalam Perang AsiaTimur Raya
        Untuk merealisasikan tujuan dan melaksanakan tugas itu, MIAI membuat
program yang lebih menitikberatkan pada program-program yang bersifat
sosio-religius.Secara khusus program-program itu akan diwujudkan melalui
rencana: (1) pembangunan masjid Agung di Jakarta, (2) mendirikan universitas,
dan (3) membentuk baitulmal. Dari ketiga program ini yang mendapatkan
lampu hijau dari Jepang hanya program yang ketiga.